Akhir Tak Hingga
oleh : Aliffia Salfa Nabila
oleh : Aliffia Salfa Nabila
Dua telapak kaki tegak kokoh menakluki.
Lantas kata demi kata singgah
menghampiri.
Bagaikan angka yang merayap
disecarik kertas nan mati.
Segala hal sudah di depan mata.
Namun siapa sangka ?
Segala Variabel hingga konstanta.
Hilang sekejap dikehidupan nyata.
Dimanakah tujuanku berlari?
Arah dan angan sulit kudapati.
Bagaikan persamaan linear yang
harus disubstitusi.
Namun berujung diam dan mati.
Kata bangkitpun tak ada.
Kata melawan pun tak kunjung jua.
Raga akan segera tereliminasi.
Bagaikan kita mencari fungsi.
Tidak maksud untuk menyerah.
Namun raga terkulai pasrah.
Bagaikan logika yang selalu singgah.
Diiringi dengan rasa yang gundah.
Kemanakah aku berlari ?
Titik terangpun tak segera kudapati.
Ketika dirimu tak lagi bisa
kunanti.
Akankah harus kuakhiri ?
Puisi ini ditulis ketika hati merasa gundah akan tugas geometri. Ketika beban kalkulus integral tak dapat diemban serta dipegang oleh tangan kiri maupun kidal. Puisi ini pula mewakilkan tentang perasaan para wanita. Entah siapa pun itu yang sedang merasakan gundah atas apa yang selama ini singgah.

Aku baper kak...
ReplyDeletejangan baper, gada yg tanggung jwb ntar😃
DeleteSeperti nya Kaka salah masuk jurusan deh 🤔🤣
ReplyDeletehehhh anda😃🙄
DeleteSeni menyimpan perasaan diam - diam , eh diam - diam dianya sama yg lain wkwk
ReplyDeletemon maap salah lapak😭😃
DeleteKeren ka 👍
ReplyDeletetrimakasih kak❤
Delete🥲🥲🥲🥲
ReplyDeletekewreeennn🤍
ReplyDeletewow👍
ReplyDelete